Full width home advertisement

Manuskrip

Meuseuraya

Empat Tokoh Kerajaan Aceh disebutkan pada Meriam Sultan Iskandar Muda di Pulau Pinang

Empat Tokoh Kerajaan Aceh disebutkan pada Meriam Sultan Iskandar Muda di Pulau Pinang


Tawanan Tuan Kita

Seorang sahabat saya, Husaini Usman, baru-baru ini berkunjung ke Fort Cornwallis, Pulau Pinang. Beberapa gambar ini adalah buah tangan yang dibawa pulang untuk saya dari sana.

Saya bersyukur dan berterimakasih atas hadiah berharga tersebut, sebab dengan begitu saya sudah dapat melihat gambar tulisan yang terdapat pada sebuah meriam yang di sana dikenal dengan Meriam Sri Rambai. Beberapa berita atau tulisan yang membicarakan tentang meriam ini tidak memuat gambar tulisan tersebut meskipun tulisannya telah dibaca dan disiarkan.


  
Tulisan pada Meriam Sri Rambai itu telah dibaca sebagai berikut:


"Tawanan Tuan kita Sri Sul­than Perkasa Alam Johan Berdaulat menitahkan orang kaya Sri Maharaja akan Panglima dan Orang Kaya Laksamana dan Orang Kaya Lela Wangsa akan mengamuk ke Johor: Sanat 1023."


Dan setelah mengamatinya, saya ingin melengkapi sedikit saja dan menjadi:

"Tawanan Tuan kita Sri Sultan Perkasa Alam Johan Berdaulat tatkala menitahkan Orangkaya-kaya Sri Maharaja akan Panglima dan Orangkaya Laksamana dan Orangkaya Raja Lila Wangsa akan mengamuk ke Johor. 2 Ra' (?) Barrel."

Pada bagian akhir, menurut saya, bukan penanggalan tapi tampaknya adalah keterangan menyangkut jenis meriam: 2 Barrel (laras) atau semisalnya.

Selain Sri Sultan Perkasa Alam Johan Berdaulat, yakni Sultan Iskandar Muda, pada meriam ini juga disebutkan 4 tokoh pejabat tinggi Kerajaan Aceh Darussalam: Orangkaya-kaya Sri Maharaja, Panglima, Orangkaya Laksamana, dan Orangkaya Raja Lila Wangsa.

Orangkaya-kaya Sri Maharaja--dengan 2 kali penyebutan "kaya"--tampaknya adalah kepangkatan tertinggi di bawah Sultan. Kemudian Panglima sebagai kepala seluruh angkatan bersenjata; Orangkaya Laksmana--dengan sekali penyebutan "kaya"--sebagai panglima angkatan laut, dan Orangkaya Raja Lila Wangsa yang tampaknya merupakan sebuah gelar untuk komandan tertinggi pasukan meriam (artileri) sebab Lela dalam bahasa Melayu juga berati meriam, dan wangsa yang berarti keluarga/dinasti.

Oleh: Musafir Zaman
Dikutip dari akun facebook Musafir Zaman di group Mapesa

Bottom Ad [Post Page]