Nama 'Lhokseumawe' pada Koin Sultan Aceh Darussalam




Mata uang Sultan Jauharul 'Alam Syah.

Sultan Jauharul 'Alam Syah bin Muhammad Syah (W. 1239 H/1823 M).

Dalam tahun 1229 hijriah, Almarhum Sultan Jauharul 'Alam Syah bin Muhammad Syah pindah ke Teluk Samawi (hari ini: Lhokseumawe) dari kota pemerintahannya, Bandar Aceh Darussalam, akibat pergolakan yang muncul untuk menjatuhkannya pada waktu itu. Di sana, Sultan yang memiliki wawasan luas dan cakap berbahasa Inggris ini, memperoleh dukungan penuh dan dilindungi oleh penguasa Teluk Samawi, Tuanku Karot.

Di sanalah kemudian Sultan menerbitkan mata uang "keuh" atas namanya dengan disertai tahun dan negeri tempat dicetak: 1229, Teluk Samawi. Sejauh yang kami ketahui, mata uang yang memuat dengan sangat terang nama Sultan Aceh Darussalam, Jauharul 'Alam Syah, dan Teluk Samawi, merupakan mata uang yang langka, dan saat ini berada dalam koleksi Bidang Kebudayaan, Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab. Aceh Utara.



Mata uang Sultan Jauharul 'Alam Syah.

Penulisan angka pada mata uang ini menimbulkan kerancuan sebab angka kedua dan ketiga berbentuk angka 9 (sembilan) dalam tulisan Arab dan angka keempat sama sekali tidak diketahui. Tetapi setelah menimbang-nimbang, kami menyimpulkan bahwa angka kedua dan ketiga merupakan angka 2 Arab yang bagian atasnya telanjur dibuat melingkar atau tergulung, dan angka terakhir adalah angka 9 Arab yang diletakkan tidak sejajar dengan angka-angka yang lain. Dan 1229 hijriah adalah 1814 masehi, yakni tahun Sultan pindah ke Teluk Samawi dan tinggal untuk beberapa waktu lamanya sampai dengan keadaan di Bandar Aceh Darussalam telah dapat dipulihkan.

Dikuti dari Aceh Darussalam Academy.

Post a Comment

1 Comments