Sanad Shahih Bukhari dari Abad ke-18 Aceh Darussalam

>

Penanggalan pada cap yang mencantumkan angka tahun 1178 Hijriah,  serta sebuah catatan salinan tangan yang menyebutkan angka tahun penulisannya pada 1173 Hijriah,  telah menentukan dengan terang masa hidup Al-‘Allamah Al-Haj ‘Abdur Rahim Al-Asyi dalam abad ke-12 Hijriah (ke-18 Masehi).
Ia adalah ulama Aceh yang pernah berguru kepada ‘Ali bin Az-Zain Al-Mizjajiy,  ulama Zabid dan salah seorang murid dari ulama terkemuka Dunia Islam,  Syaikh Mulla Ibrahim Al-Kuraniy.

Syaikh ‘Abdur Rahim tinggal di Awe Geutah,  sebuah kampung di wilayah Peusangan.  Di Aceh, nama kampung lazimnya diangkat dari nama pohon.  Awe Geutah adalah nama Aceh untuk pohon rotan besar Calamus didymophyllus Becc., atau yang juga disebut dengan jernang.

Peusangan merupakan satu wilayah di aliran Krueng Peusangan,  timur Kabupaten Bireuen hari ini. Pada capnya,  Syaikh ‘Abdur Rahim menisbahkan dirinya kepada Peusangan sebagai ‘Abdur Rahim Al-Fasanganiy.
Ulama yang memiliki jaringan keilmuan sampai ke tanah Arab ini,  telah menjadi tujuan para penuntut ilmu sekaligus rujukan bagi Muslimin dalam berbagai persoalan dunia dan akhirat. Sejauh diketahui, dialah asal dari keluarga ulama Awe Geutah yang terkenal.

Sejak masanyalah,  Awe Geutah yang merupakan tanah waqaf di bawah kendali para ulama dari keluarga ini,  berkembang menjadi pusat pendidikan Islam ternama,  dan telah melahirkan banyak generasi ulama dari waktu ke waktu

Post a Comment

0 Comments