Ruang Syaikh Muhammad Marhaban

Ruang Syaikh Muhammad Marhaban ibn Syaikh Muhammad Shalih ibn Syaikh Abdussalam At-Tirawi (w. 1302 H/ 1885 M), Qadhi Zaman Seri Paduka Sultan 'Alauddin Manshur Syah (w. 1286 H/ 1869 M).

Syaikh Muhammad Marhaban adalah mursyid dari banyak tarekat di Aceh. Sejauh data diperoleh dari naskah, Syaikh Muhammad Marhaban menghasilkan karya di berbagai bidang, termasuk kaifiyat tariqat (adab dan tata cara dalam tariqat). Diantra tariqat yang dikembangkan dengan garis sanadnya adalah tariqat Syattariyah, Al-'Alawiyah, Al-Haddadiyah, Naqsabandiyah, dan Sammaniyah.
Sebagian besar ulama Aceh pada akhir abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20, rantai ilmiah bersambung kepada Syaikh Muhammad Marhaban, baik di bidang tariqat dan kurikulum pendidikan zawiyah [dayah]. Diantara ulama-ulama yang besanad ilmiah kepada Syaikh Muhammad Marhaban adalah: Syaikh Muhammad Thahir Cot Plieng Tiro, Syaikh Abdul Jalil Awe Geutah, Syaikh Muhammad Shalih Bitai, Tgk. Chik Lhok Kaju, Syaikh Muhammad Hafiyah, Habib Sulaiman Beutong Meunasah pante, Syaikh Muhammad 'Asyiq, Syaikh Khatib di Bale bin Syaikh Abdullah Adan, Syaikh Abdul Hamid Adan, Syaikh Abdul Salam bin Syaikh Jamaluddin Adan, Panglima Polem Muhammad Daud, Tuanku Raja Keumala, Syaikh Hasan Krueng Kale, Syekh H. Teungku Muhammad Waly Al-Khalidy, Abon Abdul Aziz Samalanga.
Dalam ijazah koleksi Pedir Museum, Syaikh Muhammad Marhaban mengatakan:
"[Dalam hal ini,] para ulama mengikat diri mereka pada metode menerima dan memahami langsung (tallaqiy) dari guru-guru mereka. Dari guru-guru itulah mereka meriwayatkan. Kepada guru-guru itulah mereka menyandarkan. Dan untuk orang-orang setelah merekalah, mereka memilih sudut-sudut (zawiyah) [untuk mengajarkan]. Mereka menjauhi enaknya tidur, meninggalkan lezatnya makanan, demi melaksanakan tugas itu dengan sebaik-baiknya di sepanjang zaman. Mereka meninggalkan kampung halaman, dan berpisah dengan handai taulan dan saudara mereka. Semua itu demi mencari tambahan perolehan ilmu pengetahuan, dan demi melestarikan rantaian (silsilah) sanad-sanad."
Baca selengkapnya di: Ijazah Syaikh Muhammad Marhaban


Dikutip dari group Mapesa

Posting Komentar

0 Komentar