Full width home advertisement

Meuseuraya

Nisan Aceh

Video

Numismatik

Manuskrip

Poster Sejarah

Post Page Advertisement [Top]



Salam Hormat
Kepada Adinda Mizuar Mahdi Al-Asyi, Ketua Mapesa, beserta seluruh pengurus dan keluarga besar Mapesa. Kepada Geuchik Gampong Ateuk Jawo beserta segenap jajaran pemerintahan dan warganya.
Foto bersama setelah meuseuraya penataan situs bersejarah di gampong Ateuk Jawo kecamatan Baiturrahman kota Banda Aceh.
Dengan penuh harapan semoga semangat untuk menggali sejarah negeri ini, membangkitkan, serta merawatnya tidak pernah goyah dan melemah, maka saya kirim nama tokoh yang nisan kuburnya baru saja ditegakkan dan ditata kembali, kemarin hari (Ahad, 1 Sya'ban 1437 H), sambil menanti kajian selanjutnya.

Kompleks makam peninggalan sejarah Aceh Darussalam ini berlokasi di Jalan Lingge, Gampong Ateuk Jawo, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Makam paling barat memiliki batu nisan bersurat. Di bagian atas batu nisan sebelah kaki (selatan) terpahat dengan kaligrafi Arab yang indah:
هذا قبر أستا كاتب سر(ي) راج
(Inilah kubur Asta Katib Sri Raja)

Komentar singkat:
Nisan sebelah kaki (selatan) seorang tokoh
mahaguru di Kerajaan Aceh Darussalam
yang makmur, Almarhum Asta Katib Sri Raja.
Lokasi: Gampong Ateuk Jawo, Banda Aceh.
1. Asta adalah kata dalam Bahasa Persia berarti guru (ustadz) atau pengajar (mu'allim) (Al-Khuriy, 1876: 21). Dalam masa Mamalik (Dinasti Mameluk) di Mesir, kata Asta atau Astha digunakan untuk menyebut seorang guru yang piawai dan terkenal dalam bidang profesinya (mahaguru/guru besar) (Dahman, 1990: 16).
2. Katib adalah kata dalam Bahasa Arab yang berarti penulis, dan Sri Raja adalah gelar kehormatan dalam kerajaan.
3. Penggabungan kata-kata yang berasal dari berbagai kawasan di dunia dalam satu nama atau sebutan sedikit banyak ikut menunjukkan posisi Aceh Darussalam sebagai penghubung bangsa-bangsa di dunia.
4. Sebutan Asta Katib Sri Raja dengan terang menunjukkan kedudukan tokoh di masa hidupnya dalam Kerajaan Aceh Darussalam. Ia adalah ulama, mahaguru, yang sekaligus juga penulis dalam Kesultanan Aceh yang makmur. Semoga Allah merahmati Almarhum dengan rahmat-Nya yang luas.


Kompleks makam peninggalan sejarah Aceh Darussalam di Jalan Lingge, Gampong Ateuk Jawo, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.
Demikianlah yang dapat saya kirim untuk sementara waktu, semoga keluarga besar Mapesa dan warga Gampong Ateuk Jawo berkenan kiranya dengan informasi sederhana ini.

Bitai, 2 Sya'ban 1437 H.
Oleh: Musafir Zaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib