Full width home advertisement

Meuseuraya

Nisan Aceh

Video

Numismatik

Manuskrip

Poster Sejarah

Post Page Advertisement [Top]


Yang diam dalam kesunyian tepi Krueng Pase (Pasai)

Sebuah komplek pemakaman kuno ditemukan oleh Tim Central Information for Samudra Pasai Heritage (CISAH) ditepi Krueng Pase (Sungai Pasai) tepatnya di gampong Tanjong Putoh kecamatan Nibong kabupaten Aceh Utara. Abel Pasai ketua Cisah mengatakan, nisan-nisan tersebut merupakan nisan tinggalan sejarah dari zaman kesultanan Samudra Pasai. Dari beberapa nisan yang terdapat di komplek ini hanya satu nisan berinskripsi yang memuat epitaf, darinya diketahui bahwa pemilik nisan tersebut merupakan penanda kubur untuk seorang tokoh wanita dari kesultanan Samudra Pasai. Berikut hasil bacaan dan terjemahan oleh tim ahli Cisah.

  أ.



1. توفي (كذا) المرحومة العفيفة

2. آسيه بنت أحمد بن عمر بن أحمد

3. سنة سبع وخمسين وثمانمائة




ب.

 
من الهجرة النبوية المصطفية



ج.


على صاحبها أفضل الصلوات







  
Terjemahan:
A.
1. Telah wafat wanita dirahmati (al-marhumah) lagi suci
2. Asiah binti Ahmad bin 'Umar bin Ahmad
3. pada tahun delapan ratus lima puluh tujuh (857)
B.
sejak hijrah Nabi Al-Musthafa
C.
ke atas pemiliknya seutama-utama shalawat.

Tokoh wanita yang disebutkan pada nisannya sebagai seorang yang dirahmati lagi suci yang bernama Asiah yang wafat pada tahun 857 Hijriah (1453 Masehi) ini, hidup dalam beberapa masa pemerintahan sultan dan sultanah yang memerintah di kerajaan Samudra Pasai, yaitu; Ratu Nahrasyiah (memerintah 808 H/1406 M (?)-831 H/1428 M), Sultan Zainal 'Abidin Ra-Ubabdar (memerintah 831 H/1428 M-841 H/1438 M) dan Sultan Shalahuddin (memerintah 841 H/1438 M-866 H/1462 M). Zaman tersebut merupakan zaman keemasan bagi Samudra Pasai. baca buku Daulah Shalihiyyah di Sumatera.
Sumber: CISAH

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib