SUMUT, Langkat Tim Masyarakat Peduli Sejarah Aceh MAPESA dan Pedir Museum melakukan observasi dan digitalisasi inkripsi sebuah batu nisan Aceh di bilangan kebun warga desa Lalang, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Ahad 14/6/2026.
Di lokasi observasi, tim dipandu oleh salah satu Komunitas Peduli Kesejarahan Langkat Pekat, Sufriyansyah yang juga Tenaga Ahli Cagar Budaya TACB, Langkat.
Ketua MAPESA, Mizuar Mahdi mengatakan, dalam observasi tersebut pihaknya mengungkap temuan yang sangat penting, salah satunya terkait hubungan kesultanan Sumatra-Pasai di Aceh. Temuan itu kata Mizuar, diduga jejak Islam tertua yang memuat tarikh, khususnya di Langkat.
Mizuar menjelaskan, tarikh yang terpahat pasa batu nisan type Sumatra-Pasai di Langkat, 852 Hijriah atau sekira 1448 Masehi. Sementara nama yang terbaca sementara Khawajah Hasan ['Umar?]. Tarikh ini sama dengan tahun wafatnya Maulana Qadhi Shadrul Islam Isma'il di Bandar Lamuri, Lamreh, Aceh hari ini.
Sementara di kawasan inti tinggalan sejarah Sumatra-Pasai, Aceh Utara ditemukan kubur seorang tokoh yang disebut pada batu nisannya dengan Khawaja Raja Khan Hasan bin Raja Khan 850 H/1446 M masa Pemerintahan Sultan Shalahuddin bin Sultan Zainal 'Abidin Ra-ubabdar wa. 866H/1461M.
"Insya Allah kedepannya akan banyak lagi kejutan yg bakal dijumpai," ungkapnya.
Tim MAPESA dan Pedir Museum yang terjun ke lapangan yakni, Ketua MAPESA Mizuar Mahdi, Sekretaris MAPESA, Rahmat Rizki dan anggota, Farid Qadri, Hidayat AlKahar. Kemudian Direktur Pedir Museum, Masykur Syafruddin.[]
0 Komentar