Ulama Krueng Kale dalam Lingkungan Sultan Aceh

Teungku Muhammad Sa'id bin Syaikh 'Abbas Krueng Kale

Muhammad Sa'id, seorang ulama Aceh Darussalam yang masyhur di abad ke-19, beliau memakai toponimi Krueng Kale dibelakang namanya sebagai daerah asalnya. Krueng Kale adalah gampong di Kemukiman Siem, kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, hari ini.

Pada stempel miliknya berangka tahun 1315 H, dan dalam surat yang dikirim oleh Sultan Muhammad Daud berangka tahun 1315 H, dan beberapa naskah-naskah tulis tangan yang telah berhasil dikumpulkan oleh PEDIR Museum, nama beliau ditulis Teungku di Krueng Kale Muhammad Said bin Syaikh 'Abbas Krueng Kale.

Selembar surat bercap halilintar atau lazim dikenal dengan cap sembilan milik Sultan Muhammad Daud Syah, muncul nama sosok Tgk Muhammad Sa'id Krueng Kale sebagai guru kami. Berikut dua kutipan dari surat Sultan:

"...Maka dewasa itulah bersaabda duli hadhrat Syah kepada kerukun katibulmuluk menyuruh perbuat sepucuk surat cap halilintar"

"...Serta kami menyuruh bersama-sama ayahanda kami ini satu kepada perang yang mujahid dan murabit fi sabilillah dalam tanah Aceh yaitulah guru kami Teungku di Krung Kale Muhammad Sa'id kami permaklumkan kepada sekalian tuan-tuan"

Dalam surat yang dikeluarkan tersebut tergambarkan bahwa Sultan patuh pada sikap ulama untuk memikul tanggung jawab dan mengambil konsekuensi akibat perang yang sesuai dengan cita-cita fisabilillah.

Dalam koleksi Museum Aceh juga tersimpan beberapa naskah yang diselesaikan di Zawiyah Krueng Kalee, yakni pada Makan [tempat] Syaikhuna Muhammad Sa'id Krueng Kalee.

Deskripsi gambar:

1. Gambar Cap "Muhammad Sa'id bin Syaikh 'Abbas Krueng Kale Sanah 1315H" dalam publikasi Annabel Gallop, Malay Seals from the Islamic World of Southeast Asia, Cap tersebut berada pada naskah Hikayat Wafeut Nabi yang disalin oleh Teungku di Krueng kalee Muhammad Sa'id. Naskah dengan cap tersebut berada dalam koleksi Perpustakaan Nasional RI. 


2. Kolofon dari manuskrip berjudul "Hikayat Bahasa Jawo" yang disalin oleh Tengku di Krueng Kale Muhammad Sa'id ibn Syaikh 'Abbas pada tahun 1315 H/ 1897 M. Pada bagian bawah kolofon dibubuh cap beliau dan terdapat pula Cap Haji Syaikh Saman Tiro. Naskah ini berada dalam koleksi Perpustakaan Nasional RI. 


3. Petikan nama Teungku di Krueng Kalee Muhammad Sa'id dalam surat Sultan Muhammad Daud Syah.

Bunyinya "...Serta kami menyuruh bersama-sama ayahanda kami ini satu kepada perang yang mujahid dan murabit fi sabilillah dalam tanah Aceh yaitulah guru kami Teungku di Krung Kale Muhammad Sa'id kami permaklumkan kepada sekalian tuan-tuan..."


4. Cungkup/ Keramat Teungku Chik Krueng Kalee, kemukiman Siem, Kec. Darussalam, Kab. Aceh Besar dalam tahun 1902. Sumber: Media KITLV. 

 
5. Peta Belanda dengan judul 'Overzichtskaart van Groot-Atjeh', tahun 1880, disiarkan digital oleh Universitaire Bibliotheken Leiden - Maps (KITLV) 


Materi dan kajian ini dipublikasikan di Aceh Darussalam Academy. Dipresentasikan oleh Masykur Syafruddin (Direktur PEDIR Museum) dan Irfan M Nur.

Postingan terkait:

Post a Comment

0 Comments